Minggu, 10 Oktober 2010

hitamku

bagiku malam tak lagi punya keindahan seperti dulu
bagiku menanti pagi menjadi semakin lama
bagiku gelap makin hitam, pekat, dan menelanku dalam-dalam
bagiku sakit makin mendera ketika awan gelap mulai menutupi

malam tak lagi seindah dulu
tak lagi puny apenantian, tak lagi berarti
semua terbuang seolah semua tak lagi berarti
terbawa amarah yang tak terkendali

rasa yang dulu kembali menyeruak hadir
sakit untuk terus tertawa di atas pedih mu sendiri
terus mencoba seperti batu karang,
sementara di dalam kau terus menerus terkikis
hingga ketika tak sanggup lagi,
akhirnya hilang, lenyap, terbawa arus
yang ada hanyalah gelap, tak berbayang

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Feel free to leave your comment here! I'll be very happy to read them! Thank's a lot!